THE ORANGE'S BUDAPEST TREM

Menghabiskan waktu tiga hari dua malam di Budapest, membuatku melihat banyak hal baru, namun bila kamu menanyakan apa yang sangat bikin aku takjub aku akan menjawab ialah transportasi umumnya, tentunya sangat banyak hal lain yang  indah dan menarik tersaji di kota ini, namun sebagai seorang yang menghabiskan hampir 22 tahun di Aceh yang pergi kemana- mana hanya mengandalkan kendaraan pribadi bahkan jarak 50Km Bireuen- Lhokseumawe juga menggunakan kendaraan pribadi (jadi kangen motor beat kesayangan di rumah πŸ˜‚πŸ˜‚), sungguh ini membuatku takjub. 

Dasarnya aku memang bukan orang yang terbiasa dengan kendaraan umum, hanya dulu ketika SMP yang sering menggunakannya, ketika harus ke sekolah karena jarak hampir 10 Km dari rumah, namun ketika menggunakan transportasi publik di kota ini yang mostly aku banyak menggunakan trem dengan warnanya sangat estetik untuk di potret, membuatku berpikir apakah mungkin tanah kelahiranku di Aceh, khususnya Banda Aceh punya transportasi yang sangat baik seperti ini (semoga bisa ya hhhe). Dan jikalau kamu bertanya soal ontime sungguh disini hal tersebut adalah yang sangat keren, pernah kami harus lari terbirit- birit untuk mengejar trem/ bus karena -1 menit trem akan berangkat, sungguh hal yang sangat luar biasa menurutku. 

Jadwal tremnya juga sangat banyak sekitar 10-15 menit pasti akan ada trem yang datang dimanapun tempat pemberhentian kamu tunggu, serta info jadwal yang sudah terintegrasi dengan google maps sungguh ini sangat memanjakan para turis, dan pihak pengelola trem juga memberikan informasi di trem stop dengan infografis yang sangat jelas, namun saranku perhatikan dengan betul jadwal serta nomor busnya supaya tidak sesat, bilapun tersesat kita akan sangat mudah bisa kembali ke tujuan kita, hanya dengan sedikit lebih ekstra memahami jadwal di stop yang kamu tersesat, aku bersama temanku mengalami ini hhhhhe but its fun at all 😁😁😁, serta satu lagi seringlah melihat pamplet nama trem stopnya, atau display di dalam tremnya dimana kamu akan turun di trem stop, karena terkadang hanya ada bahasa Hungary di pengumumannya hhhhe, tapi overall banyak yang menggunakan bahasa inggris. Selama aku mencoba trem di Budapest, tremnya juga sangat ramah terhadap kawan-kawan difabel serta aku juga sering melihat orang tua yang membawa kereta bayinya masuk ke dalam trem.

Perihal memperoleh tiket juga sangat mudah, kamu bisa membeli dengan berbagai jenis tiket, ada yang single ticket dengan harga kisaran 350 HUF, dan juga tersedia tiket 24 jam yang bisa kamu gunakan untuk bus ataupun trem di seluruh kota Budapest selama 24 jam seharga 2500 HUF, namun kamu juga bisa membeli tiket untuk satu Group sebanyak lima orang seharga 5000 HUF, juga bisa digunakan untuk naik bus dan trem selama 24 jam ke seluruh kota. Saranku untuk kamu yang suka muter- muter hehe, belilah tiket single 24 jam jikalau sendirian ataupun tiket group bila dirimu pergi bersama teman atau keluarga. 

Alasan lain kenapa aku bisa bilang trem adalah hal yang sangat aku sukai, karena ia juga punya rute yang melewati persis pas di depan gedung Parlemen Hungaria, sehingga terasa seperti bertamasya  (tour) masa SD πŸ˜†, namun tanpa di guide hhhhe, tremnya juga melewati dekat dengan sungai Danube  sehingga membuat ku bisa dengan leluasa memotret ambien kota Budapest. 




 Alasan lain tentunya warnanya yang menurut aku sangat sesuai dengan bangunan klasik di sekitarnya, warna orange akan sangat mencolok untuk dilihat serta sangat indah untuk di potret, sehingga menimbulkan kesan teal and orange yang merupakan warna paling sering digunakan dalam proses mewarnai film- film Hollywood (Color grading ) mungkin akan ada tulisan khusus untuk aku berbagi trik photography dan videography juga (doain sanggup ya di sela - sela pekerjaanku selama disiniπŸ˜…πŸ˜πŸ˜)  berikut hasil motret the orange's Budapest trem serta juga keindahan kota yang bisa kuabadikan ketika dalam trem. 


Semoga Indonesiaku khususnya Acehku bisa seperti ini suatu hari nanti, punya transportasi publik yang bagus, indah, canggih dan rapi. 

Comments

Popular posts from this blog

So What's next

MELIHAT EROPA (BUDAPEST) BERSAMA MARKIJA

FIRST ATTEMPT